SMA Negeri 2 Semarang

Jl. Sendangguwo Baru No. 1 Semarang

Menjadi sekolah yang mengutamakan budi pekerti luhur, unggul dalam prestasi, berwawasan kebangsaan dan lingkungan

Inspirasi datang dari mana saja

Selasa, 06 Maret 2018 ~ Oleh Bani Chajar ~ Dilihat 101 Kali

Kisah tentang buah apel dan Newton (1642-1727) ilmuwan berpengaruh pada jaman itu. Dikisahkan, Newton sedang merenung di bawah pohon apel. Tiba-tiba, sebuah apel jatuh didekatnya. Kejatuhan buah apel tersebut menginspirasinya menemukan teori gravitasi, teori yang mampu menjelaskan tentang pergerakan planet-planet dan benda langit dalam tata surya. Tentu saja saya yakin bahwa inspirasi perumusan teori gravitasi tersebut tidak datang dengan tiba-tiba, namun melalui proses yang sangat panjang dan memerlukan ketekunan serta kerja keras. Teori gravitasi ini sangat populer dan masih terus dipelajari sampai sekarang (lebih dari 300 tahun setelah ditemukan). Berdasarkan teori ini, peluncuran pesawat antariksa bisa dilakukan, peredaran planet-planet bisa lebih dipahami, dan pergeseran bintang bisa diketahui. Newton juga menemukan hukum gerak Newton, yang menjadi dasar mekanika klasik. Didalam bukunya “Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica”, selain menyatakan ketiga hukum geraknya, Newton juga menyinggung tentang dinamika fluida. Newton meletakkan dasar bagi perkembangan mekanika klasik dengan Hukum Gerak Newton dan turut serta mendukung terjadinya revolusi industri, terutama dari sisi pengembangan riset dan penelitian, di eropa pada akhir abad 18 dan awal abad 19.
Kisah Archimedes saat menemukan cara dan rumus untuk menghitung volume benda yang tidak mempunyai bentuk baku juga patut disimak. Menurut kisah tersebut, sebuah mahkota untuk raja Hiero II telah dibuat dan raja memerintahkan Archimedes untuk memeriksa apakah mahkota tersebut benar-benar terbuat dari emas murni ataukah mengandung tambahan perak. Karena Raja Hiero II tidak mempercayai pembuat mahkota tersebut. Saat Archimedes berendam dalam bak mandinya, dia melihat bahwa air dalam bak mandinya tertumpah keluar sebanding dengan besar tubuhnya. Archimedes menyadari bahwa efek ini dapat digunakan untuk menghitung volume dan isi dari mahkota tersebut. Dengan membagi berat mahkota dengan volume air yang dipindahkan, kerapatan dan berat jenis dari mahkota bisa diperoleh. Berat Jenis mahkota akan lebih rendah daripada berat jenis emas murni apabila pembuat mahkota tersebut berlaku curang dan menambahkan perak ataupun logam dengan berat jenis yang lebih rendah. Karena terlalu gembira dengan penemuannya ini, Archimedes melompat keluar dari bak mandinya, lupa berpakaian terlebih dahulu, berlari keluar ke jalan dan berteriak "EUREKA!" atau 'Saya menemukannya'.
Banyak karyanya di terjemahkan ke dalam bahasa Arab pada abad 8 dan 9 (kurang lebih 1000 tahun setelah Archimedes meninggal), beberapa ahli matematika dan pemikir Islam mengembangkan teori-teori matematikanya. Banyak ahli matematika yang menjadikan buku karya Archimedes sebagai pegangan mereka, dan beberapa ahli matematika tersebut adalah Johannes Kepler (1571-1630) dan Galileo Galilei (1564-1642).
Tahun 1853, disebuah rumah makan di Saratoga, New York, seseorang yang sedang makan malam, Cornelius Vanderbilt, terlihat cerewet sekali karena berulang kali menolak memakan gorengan yang di pesan nya. Dia mengeluh gorengan itu terlalu tebal dan telalu basah. Setelah dikembalikan beberapa piring dan lalu lebih menipiskan potongan kentangnya, kepala tukang masak George Crum memutuskan untuk menggoreng irisan kentang yang tipis tersebut didalam minyak goreng yang banyak, maka jadilah keripik kentang seperti sekarang ini. Vanderbilt pada awalnya memprotes usaha si kepala tukang masak, katanya gorengan itu terlalu tipis untuk di tusuk dengan garpu, tetapi setelah beberapa percobaan, keripik kentang itu kemudian menjadi kesukaan, dan segera semua orang didalam rumah makan tersebut memesannya. Sehingga pada daftar menu di cantumkan "Saratoga Chips". Itulah awal mula kisah penemuan keripik kentang yang melegenda dan digemari sampai sekarang.
Awal abad ke-20, shellac (atau “lak”, semacam bahan seperti plastik keras dan kaku) banyak digunakan dalam industri elektronik untuk membungkus perangkat-perangkat elektronik. Bahan ini cukup mahal karena terbuat dari semacam serangga yang hanya hidup di Asia Tenggara sehingga harus diimport.
Untuk itu seorang ahli kimia asal Belgia bernama Leo Hendrik Baekeland (1863-1944), pada tahun 1907 melakukan penelitian untuk menciptakan bahan alternatif shellac, karena berpikiran ia akan menghasilkan banyak uang jika dapat menjual bahan tersebut kepada industri elektronik.
Alih-alih, penelitiannya menghasilkan sebuah bahan lentur yang dapat dibentuk dan cukup tahan akan panas. Ia memberi nama bahan ini “Bakelite”. Segera saja ia menyadari bahan Bakelite ini memiliki banyak sekali kegunaan. Bakelite inilah yang sekarang dikenal dengan plastik, tentunya setelah melewati serangkaian eksperimen penyempurnaan demi penyempurnaan.
Belajar dari sejarah penemuan sesuatu dan usaha penemunya, kita bisa mendapat pengalaman berharga. Banyak inspirasi yang kemudian disikapi positif dengan kerja jeras, ulet, dan tekun pada akhirnya menjadi penemuan yang mendunia dan bermanfaat bagi umat manusia. Ada banyak inspirasi disekitar kita. Kapanpun, dan itu bisa datang dari siapapun atau bahkan apapun. Tinggal bagaimana kita menerima lalu meresponnya….

Siapkah anda merespon positif apapun yang ada di sekitar anda ? 

Sekilas Info

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

Drs. Yuwana, M.Kom

Bismillahirrahmanirrahim Asalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh Alhamdulillahirabbil alamin. Sudah sepantasnya kita sebagai manusia harus  selalu bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa Sang…

Selengkapnya

JAJAK PENDAPAT

Bagaimana pendapatmu belajar di SMAN 2 Semarang

LIHAT HASIL