SMA Negeri 2 Semarang

Jl. Sendangguwo Baru No. 1 Semarang

Menjadi sekolah yang mengutamakan budi pekerti luhur, unggul dalam prestasi, berwawasan kebangsaan dan lingkungan

Serba-serbi (Gelombang) Bunyi

Rabu, 28 Februari 2018 ~ Oleh Bani Chajar ~ Dilihat 92 Kali

Salah satu jenis gelombang yang sering kita jumpai dalam aktivitas keseharian adalah bunyi. Tanpa bunyi/suara, dunia akan terasa sunyi. Senyap seperti di tengah kuburan. Bunyi berguna sebagai media komunikasi antar individu. Bayangkan jika tidak ada suara, kita akan kesulitan menangkap pesan yang hendak disampaikan. Meskipun bagi orang tuna rungu kendala tersebut dapat diatasi dengan bahasa isyarat, namun tetap ada kekurangan yang tidak tergantikan dengan ketidakhadiran bunyi/suara.

Menurut frekuensinya, bunyi terbagi atas : ultrasonik, audiosonik, dan infrasonik. Daerah audisonik berada pada rentang frekuensi 20 Hz sampai dengan 20.000 Hz. Dibawah 20 Hz masuk infrasonik, dan lebih dari 20.000 Hz masuk dalam ultrasonik. Audiosonik merupakan daerah yang berada pada wilayah pendengaran telinga manusia. Sedangkan untuk gelombang bunyi infrasonik dan ultrasonik telinga manusia tidak dapat mendengarnya. Beberapa hewan memiliki kemampuan untuk mendeteksi gelombang infrasonik maupun ultrasonik.

Salah satu contoh adalah kelelawar. Hewan ini dapat terbang dalam kegelapan. Mereka tidak menggunakan mata untuk melihat dalam gelap, tetapi memanfaatkan suara dengan frekuensi tinggi atau yang lebih dikenal sebagai gelombang ultrasonik. Ketika terbang kelelawar memancarkan gelombang ultrasonik yang kemudian diterima kembali setelah dipantulkan oleh benda atau dinding yang berada dihadapannya. Dengan merasakan lamanya jeda waktu antara pengiriman gelombang dengan penerimaan kembali, kelelawar dapat menentukan seberapa jauh jarak tubuhnya dengan benda tersebut. Itu sebabnya mereka tidak akan menabrak dinding atau benda dihadapan mereka walaupun keadaan gelap. Teori ini sekarang sudah dimanfaatkan oleh manusia untuk mengukur jarak suatu benda, seperti pada pengukuran jarak kedalaman laut dan pendeteksi dinding penghalang pada aplikasi robot. Batas frekuensi yang bisa didengar oleh kelelawar adalah 3.000 Hz sampai dengan 120.000 Hz. Frekuensi ini jauh diatas frekuensi suara yang bisa didengar oleh manusia yakni 20 Hz sampai dengan 20.000 Hz.

 

Selain kelelawar, kucing juga bisa mendengar suara dengan frekuensi diatas pendengaran manusia yaitu 100 Hz sd 60.000 Hz. Gajah dapat mendengarkan suara dengan frekuensi infrasonik karena batas pendengaran gajah 1 Hz sampai dengan 20.000 Hz. Tikus memiliki rentang batas pendengaran 1.000 Hz sampai dengan 100.000 Hz. Makanya ada alat pengusir tikus elektronik yang bekerja berdasarkan frekuensi gelombang ultra. Anjing merupakan binatang yang sering digunakan sebagai penjaga keamanan dan sebagai pelacak jejak karena mempunyai penciuman yang sangat tajam. Hewan ini juga bisa mendengarkan suara dengan frekuensi di atas frekuensi pendengaran manusia. Anjing bisa mendengar suara dengan frekuensi hingga 40.000 Hz. Lumba-lumba merupakan mamalia yang banyak disukai orang karenan mereka sangat pintar dan bisa bersahabat dengan manusia. Lumba-lumba bisa mendengar suara dengan frekuensi hingga 100.000 Hz, dan mereka menggunakan gelombang ultrasonic sebagai media komunikasi antara satu dengan lainnya. Yang terakhir belalang. Binatang ini sering dibuat mainan anak-anak dan banyak terdapat di sawah. Belalang ternyata dapat mendengarkan suara dengan frekuensi hingga 50.000 Hz.

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...

Drs. Yuwana, M.Kom

Bismillahirrahmanirrahim Asalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh Alhamdulillahirabbil alamin. Sudah sepantasnya kita sebagai manusia harus  selalu bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa Sang…

Selengkapnya

JAJAK PENDAPAT

Bagaimana pendapatmu belajar di SMAN 2 Semarang

LIHAT HASIL