
SEMARANG — Gema rebana dan lantunan shalawat dari grup hadroh Anjamil Hidayah mengiringi kemeriahan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMA Negeri 2 Semarang, Kamis (10/9/2026). Kegiatan berlangsung semarak dengan memadukan tradisi keagamaan, kreativitas siswa, budaya riset, serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Peringatan Maulid Nabi tersebut menjadi momentum bagi warga sekolah untuk kembali meneladani akhlak dan keteladanan Rasulullah SAW sekaligus menunjukkan bahwa nilai-nilai keagamaan dapat berjalan selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Kesuksesan kegiatan tidak terlepas dari kerja keras pengurus Kerohanian Islam (ROHIS) SMAN 2 Semarang. Sejak jauh hari, para kader ROHIS telah mempersiapkan konsep, menyusun rangkaian acara, membagi tugas, hingga memastikan seluruh kegiatan berjalan dengan tertib dan terorganisasi.
Kesiapan tersebut menunjukkan kemampuan siswa dalam mengembangkan kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, serta manajemen kegiatan. Semangat tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses pembentukan karakter siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan kepedulian sosial.
Sebagai sekolah yang terus mengembangkan budaya riset dan inovasi, SMAN 2 Semarang juga menghadirkan nuansa berbeda dalam peringatan Maulid Nabi tahun ini. Nilai-nilai keislaman tidak hanya disampaikan melalui ceramah dan seni religi, tetapi juga dikemas melalui karya kreatif berbasis teknologi.
Salah satu yang menarik perhatian adalah pemutaran video animasi berbasis kecerdasan buatan yang merupakan karya siswa kelas XII. Karya tersebut berawal dari tugas proyek mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) ketika para siswa masih duduk di kelas XI.
Melalui proyek tersebut, siswa tidak hanya belajar memahami materi keagamaan, tetapi juga melakukan riset, mengembangkan ide, menyusun pesan, serta memanfaatkan teknologi AI sebagai media penyampaian nilai-nilai Islam. Karya ini menjadi bukti bahwa teknologi dapat digunakan secara kreatif dan bertanggung jawab untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan.
Selain karya berbasis AI, panggung apresiasi siswa juga diramaikan dengan berbagai penampilan seni Islami. Penampilan tersebut melibatkan siswa kelas X dan XI yang sebelumnya telah melalui proses penelusuran bakat dan minat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Pembina ROHIS SMAN 2 Semarang, Ahmad Taufik, S.Pd.I., M.Pd. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi terhadap kerja keras panitia serta antusiasme seluruh peserta didik dalam menyukseskan kegiatan.
Kepala SMAN 2 Semarang, Dian Milasari, S.Pd., M.Pd., juga menyampaikan pentingnya menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. Keteladanan tersebut, menurutnya, tidak hanya diwujudkan melalui akhlak yang baik, tetapi juga melalui semangat belajar, kemampuan bernalar kritis, kejujuran dalam melakukan riset, serta keberanian untuk terus berinovasi.
Dukungan terhadap kegiatan turut disampaikan oleh Pengawas PAI Kemenag Kota Semarang, Dr. HM. Faojjin, M.Pd. Ia mengapresiasi sinergi yang dibangun SMAN 2 Semarang antara seni, teknologi, budaya riset, dan penguatan nilai-nilai keagamaan.
Puncak kegiatan diisi dengan tausiyah oleh Ustadz Khoirul Amin al-Hafidz, S.Ag. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak seluruh warga sekolah untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan utama dalam membangun akhlak dan menjalani kehidupan.
Pesan tersebut semakin relevan di tengah perkembangan era digital. Kemajuan teknologi, termasuk AI, hendaknya tidak hanya digunakan untuk menghasilkan karya, tetapi juga diarahkan untuk menghadirkan manfaat dan menebarkan kebaikan.
Semangat meneladani Rasulullah SAW juga tercermin dalam pentingnya kejujuran. Dalam konteks pendidikan dan riset, siswa didorong untuk selalu menguji kebenaran informasi, menggunakan sumber yang dapat dipercaya, serta memanfaatkan teknologi secara etis dan bertanggung jawab.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMAN 2 Semarang akhirnya ditutup dengan doa bersama. Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan akhlak, kreativitas, riset, budaya, dan teknologi.
Dari SMAN 2 Semarang, pesan Maulid Nabi pun menemukan makna baru: meneladani Rasulullah SAW bukan berarti meninggalkan perkembangan zaman, melainkan membawa nilai-nilai keteladanan beliau untuk menjadi pedoman dalam menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi secara bijak, kreatif, dan bermanfaat.

Tinggalkan Komentar