
Menjadi orang Jawa bukan sekadar memiliki nama Jawa, menggunakan bahasa Jawa, atau tinggal di tanah Jawa.
Menjadi orang Jawa berarti memahami, menjaga, dan menghidupkan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur. Nilai tentang unggah-ungguh, tata krama, budi pekerti, tepa slira, gotong royong, serta kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan.
Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, budaya terus bergerak dan mengalami perubahan. Generasi muda hidup dalam dunia yang semakin terbuka, modern, dan penuh dengan pengaruh dari berbagai budaya.
Namun, kemajuan zaman seharusnya tidak menjadikan kita kehilangan jati diri.
Justru di tengah derasnya arus globalisasi, Bahasa dan budaya Jawa harus tetap hidup, berkembang, dan menjadi bagian dari kehidupan generasi masa kini dan masa depan.

Sekolah memiliki peran penting dalam membentuk generasi penerus bangsa yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki karakter serta akar budaya yang kuat.
Melalui pendidikan, peserta didik dapat belajar bahwa budaya bukanlah sesuatu yang kuno atau tertinggal zaman.
Budaya adalah identitas.
Budaya adalah jati diri.
Budaya adalah warisan berharga yang harus dikenali, dicintai, dan diwariskan.
Melalui MGMP Bahasa Jawa โSrawung DWIjawi (Dwija Basa Jawi)โ, kami para Guru Bahasa Jawa berkomitmen untuk terus bersinergi, berkolaborasi, dan menjadikan paguyuban ini sebagai ruang untuk:
โจ Mengenalkan kekayaan Bahasa dan budaya Jawa.
โจ Menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas budaya sendiri.
โจ Mengembangkan pembelajaran Bahasa Jawa yang kreatif dan relevan dengan zaman.
โจ Menanamkan kecintaan generasi muda terhadap warisan leluhur.
โจ Menghubungkan nilai-nilai tradisi dengan kehidupan modern.
Karena kami percaya bahwa budaya akan tetap hidup selama masih ada generasi yang mengenal, menggunakan, mencintai, dan melestarikannya.
โTerwujudnya MGMP Bahasa Jawa yang profesional, inovatif, kolaboratif, dan berbudaya dalam meningkatkan mutu pembelajaran Bahasa Jawa serta menumbuhkan generasi yang mencintai, memahami, dan melestarikan budaya Jawa.โ
Meningkatkan kompetensi Guru Bahasa Jawa melalui kegiatan pengembangan profesional, pelatihan, diskusi, serta berbagi praktik baik.
Mengembangkan pembelajaran Bahasa Jawa yang kreatif, inovatif, kontekstual, menyenangkan, dan relevan dengan kehidupan peserta didik.
Menanamkan kecintaan terhadap Bahasa dan budaya Jawa sebagai bagian dari identitas dan jati diri bangsa.
Melalui pembelajaran:
Mendorong kolaborasi dalam pengembangan perangkat pembelajaran, media pembelajaran, asesmen, serta inovasi pendidikan Bahasa Jawa.
Mengoptimalkan teknologi dan media digital untuk memperkenalkan Bahasa dan budaya Jawa secara lebih menarik, kreatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Menjalin kerja sama dengan sekolah, masyarakat, komunitas, dan para pelaku budaya dalam menjaga keberlangsungan Bahasa dan budaya Jawa.
Mewujudkan generasi yang bangga menggunakan Bahasa Jawa, memahami nilai-nilai luhur budaya Jawa, serta mampu meneruskannya kepada generasi berikutnya.
Kita tidak perlu menutup diri dari budaya lain.
Kita juga tidak harus menolak perkembangan zaman.
Namun, di tengah keterbukaan terhadap dunia, jangan sampai kita kehilangan rumah kita sendiri.
Generasi muda Jawa harus mampu mengenal dunia, menguasai teknologi, dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Tetapi pada saat yang sama, mereka juga harus tetap mengenal:
๐ฟ Bahasanya.
๐ฟ Budayanya.
๐ฟ Tradisinya.
๐ฟ Nilai-nilai luhur leluhurnya.
Karena menjadi modern tidak berarti harus meninggalkan budaya sendiri.
Menjadi global tidak berarti kehilangan identitas lokal.
Justru seseorang yang memiliki akar budaya yang kuat akan mampu berdiri teguh di tengah perubahan dunia.
Mengenal budaya sendiri.
Mencintai budaya sendiri.
Menghidupkan Bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari.
Menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur.
Dan mewariskannya kepada generasi berikutnya.
Karena jika bukan kita yang menjaga dan melestarikan Bahasa serta budaya Jawa…

Ruang Srawung, Sinau, lan Sesarengan Nguri-uri Basa lan Budaya Jawa.
๐ฅ Penggagas / Pengurus:
๐ฟ SRAWUNG DWIJAWI ๐ฟ
Sinau Basa. Nguri-uri Budaya. Ngluhurake Jati Diri.

Tinggalkan Komentar